Hari ini giliran pertandingan antara Inter Milan berhadapan dengan Villareal dan Lyon berhadapan dengan AC Milan. Seperti biasa, gw pun melihat asian bookie dulu untuk melihat keadaan pasar. Untuk pertandingan Inter vs Villareal pasar menjagokan inter dengan memberi poor satu bola kepada Villareal. Sementara untuk pertandingan Lyon vs AC Milan pasar meramalkan pertandingan akan berakhir imbang dengan memberi poor leg-legan.
Jam pun menunjukkan pukul 01.45 pagi, gw pun berbegas ke pos satpam. Soalnya lagi di kampus ni. Gw pun menonton partai pertama antara Lyon berhadapan dengan AC Milan. Sepanjang pertandingan Milan digempur habis oleh Tiago cs. Beruntung tembok pertahanan yang dibangun Nesta cs cukup kuat. Terbukti walaupun Lyon mengurung pertahanan Milan mereka tidak dapat memasuki kotak 16 dari AC Milan. Jadi Lyon hanya mengandalkan tendangan-tendangan jarak jauh yang merupakan ciri khas Lyon karena memiliki sniper2 tangguh seperti Tiago, Carew dan Juninho yang tidak dapat tampil dikarenakan akumulasi.
Pada babak pertama Lyon menampilan permainan yang cantik dengan bola pendek dari kaki kaki namun begitu rapatnya Cattenacio dan keburuntungan yang belum berpihak kepada tuan rumah. Sebaliknya AC Milan menyerang sesekali saja melalui serangan baik yang menyisakan Shevcenko dan Gilardino. Babak pertama pun usai dan keadaan 0-0.
Babak kedua Lyon tetap memegang kendali pertandingan, dan Lyon mendapatkan peluang emas dari blunder yang dilakukan oleh pemain-pemain belakang Milan. Beruntung peluang yang dieksekusi oleh Tiago masih menyentuh kaki pemain belakang Milan. Melihat serangan yang bertubi-tubi Milanpun memilih untuk bertahan. Sebaliknya Lyon menekan habis pertahanan Milan. Lagi-lagi benteng yang cukup rapat dan keberuntungan yang tidak berpihak membuat Dida tidak memungut bola dari jalanya sendiri. Dida juga tampil cukup bagus terbukti dengan menepis tendangan Tiago pada saat akhir babak kedua. Pertandingan pun usai dengan hasil imbang 0-0. Keuntugan buat Milan untuk second leg di Sansiro dan memperbesar kemungkinan Milan untuk tampil di semifinal apalagi Lyon yang tidak diperkuat oleh Tiago yang terkena akumulasi.
Kemudian masuklah kepada pertandigan kedua antara tim kesayangan gw Inter Milan menghadapi Villareal. Dalam hati, pasti Inter akan membantai habis Villareal. Pertandingan pun dimulai dengan yang pertama memegang bola tengah adalah Villareal. Dari bola tengah pemain Villareal pun melakukan umpan pendek dari kaki ke kaki sampe akhirnya mengumpan kepada Jose Mari. Eh dari Wome bego!! bisa jatuh. Jadilah bola ke kaki Jose Mari dan Jose Mari tinggal berhadapan dengan kiper. Toldo pun melakukan aksi gemilang dengan menepis tendangan Jose Mari berhubung keberuntungan lagi di pihak Forland cs, bola muntah hasil tepisan Toldo mengarah kepada Forland. Berhubung Toldo yang telah dalam posisi jatuh usai menepis bola, maka Forland dengan dapat menceploskanb bola. Inter pun ketinggalan 0-1 atas Villareal dan menit masih menunjukkan menit 1. Dalam hati "makjang klo bek inter gini mulu bisa-bisa kalah ni inter gw".
Tidak lama berselang menit ke-4 inter juga mendapatkan peluang melalui Adriano. Adriano yang tidak berhadapan dengan kiper mencoba mencop bola tersebut. Teknik tersebut pun berhasil mengelabui kiper yang telah meninggalkan sarangnya. Lagi-lagi keberuntungan masih saja ada di pihak Villareal, salah satu bek dari Villareal berhasil menghalau bola keluar dari gawang. Wajah Mancini pun marah besar, karena menganggap membuang peluang emas yang di depan mata.
Tidak lama juga setelah itu, Inter melakukan serangan balik yang dimulai dari Javier Zanetti. Asli ni orang tampil stabil dan bagus mulu. Dari crossing sisi kanan Villareal dia mengumpan bola. Dan Adriano pun tidak menyia-nyiakan peluang tersebut dengan kaki kirinya ia pun melesekkan gol ke sudut kanan gawang Villareal. Hati gw pun senang. Sepanjang babak pertama inter menguasai jalannya pertandingan dan banyak sekali mendapatkan peluang. Lagi-lagi dewi Fortuna belum berpihak kepada Nerazurri. Babak pertama selesai dengan keadaan imbang 1-1. Dalam hati berkata "gara-gara Wome setan ni" dan berharap wome diganti karena permainannya yang cukup jelek.
Babak kedua pun dimulai, dan berharap Inter harus menang pada first leg ini. Wome tetap tidak diganti oleh Mancini. Mungkin karena keterbatasan pemain belakang. Gw pun tetap was-was menonton pertandingan. Bagaimana tidak, dari tahun ke tahun Inter punya pertahanan tidak pernah bagus sekali. Inter tetap memegang kendali permainan dan membuat banyak peluang. Lagi-lagi gol bermula dari crossing sudut kanan. Umpan yang dilesakkan oleh Stankovic itu berhasil dimanfaatkan oleh Martins yang menggantikan Recoba pada babak pertama. Hati gw pun gembira, ayo tambah lagi. Sebenarnya setelah itu cukup banyak peluang yang didapatkan. Villareal sendiri praktis hanya bertahan dan mengandalkan serangan balik yang menyisiakan Forland, Jose Mari dan Riquelme. Lagi-lagi Inter belum menemukan keberuntungan yang banyak. Inter hanya menambah 1 gol pada babak kedua dan unggul 2-1.
Dengan hasil ini Inter membuka peluang lolos ke Semifinal. Kalo prediksi gw si Inter 70-30 untuk lolos. Apalagi melihat permainan Villareal yang tidak punya organisasi serangan yang bagus. Tidak heran mereka cuma bisa menduduki peringkat 8 di Liga Spanyol. Ayo nerazurri!!
Ya kedua pertandingan hari ini so-so. Tidak semenarik pertandigan kemaren dimana kedua tim menampilkan permainan yang cepat dan terbuka. Oiya dari EPL MU menang tipis 1-0 atas Westham dimana gol diciptakan oleh pemain MU yang sudah lama mandul siapa lagi kalo buka Nistelrooy.
Ok d sekian laporan pertandingan buat hari ni. Ngantuk oy.